Sesungguhnya orang yang bersemangat adalah orang yang mencari kemuliaan, bukan mencari kesenangan, atau kekayaan, atau popularitas, atau kekuasaan. Ia lebih mengutamakan kepentingan-kepentingan sesama hamba sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah demi mencari keridhaan-Nya, kendatipun untuk itu ia tidak punya banyak kawan. Ia sadar semakin besar cita-citanya semakin sedikit yang membantunya, dan jalan menuju kepada kemuliaan itu memang sedikit kawan.
Dari Ibnu Jad'an ia berkata, suatu hari Umar mendengar seseorang berdoa," Ya Allah, jadikan aku termasuk golongan minoritas." Umar bertanya," Hai hamba allah, apa yang kamu maksud dengan golongan minoritas?" Ia menjawab," Aku pernah mendengar Allah berfirman," Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit ( Q.S. Hud; 40)," Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang berterima kasih." (Q.S. Saba: 34) Bahkan ia juga membaca ayat-ayat yang lain. Mendengar jawaban itu Umar berkata," Semua orang ternyata lebih pintar dari Umar."
Sufyan bin Uyainah mengatakan," tempuhlah jalan kebenaran, dan janganlah merasa kesepian oleh sedikitnya orang yang berpihak kepadanya."
Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan," Komitmenlah pada jalan petunjuk, dan jangan terusik karena sedikitnya orang-orang yang menempuhnya. Jauhilah jalan-jalan kesesatan, dan janganlah terkecoh oleh banyaknya orang-orang yang binasa."
Sulaiman Ad Darani mengatakan," Seandainya semua orang ragu berada dalam kebenaran, akulah satu-satunya orang yang tidak."
Seorang shaleh mengatakan," Kesendirianmu dalam setia meniti kebenaran, adalah bukti bahwa kamu benar-benar serius menitinya."
Orang yang bersemangat akan naik ke jenjang-jenjang kesempurnaan tanpa peduli sedikitnya orang lain yang menemaninya. Ia tidak takut kesepian, karena pada setiap jenjang ia akan bertemu Allah yang akan menghilangkan rasa kesepian tersebut.
Sesungguhnya buah kemuliaan iman yang pertama kali dirasakan oleh orang Mukmin adalah kesadarannya bahwa dalam Islam terdapat kekuatan sejati yang bisa diandalkannya sebagai modal yang cukup bagi dirinya untuk tampil sendirian. Sehingga ia tidak akan terpengaruh oleh pikiran - pikiran jahiliyah yang batil, dan tidak membutuhkan banyak teman yang justru berpotensi membuatnya terkecoh dan terperosok ke dalam kesesatan.
Dari anas radhiyallahu'anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda,"Demi Allah, aku disakiti di jalan Allah di saat tidak seorangpun disakiti. Demi Allah, aku ditakut-takuti di saat tidakseorang pun ditakut-takuti. Selama sehari semalam ada tiga puluh orang yang datang kepadaku, sementara aku dan Bilal tidak punya makanan yang bisa dimakan oleh makhluk hidup, kecuali sedikit yang disisipkan di ketiak Bilal."
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan," Orang yang bersemangat itu tidak peduli terhadap orang-orang yang menjauhinya, karena sebenarnya mereka hanya banyak secara kuantitas tetapi sedikit secara kualitas. Seorang ulama salaf berpesan, " Tetaplah setia menempuh jalan kebenaran, dan jangan merasa kesepian oleh sedikitnya orang-orang yang menempuhnya bersamamu." Jika kamu merasa kesepian karena sendirian, pandanglah temanmu yang telah mendahului dan berusahalah untuk menyusul dan bergabung dengan mereka. Pejamkan matamu dari selain mereka, karena sesungguhnya mereka itu tidak memberimu manfaat sedikitpun. Jika mereka berteriak di tengah perjalananmu, jangan berpaling kepada mereka. Sebab kalau kamu berpaling, mereka akan menahanmu dan menghalang-halangimu. (Madarijus Salikin I/ 21)
Orang yang menoleh pada teriakan kebatilan itu laksana seekor biawak. Seekor biawak itu lebih cepat larinya daripada anjing. Tetapi begitu biawak merasa ada anjing, ia akan menolehnya shingga membuat larinya lamban, lalu ia akan diterkam dan dimakan oleh anjing." (Madarijus Salikin I/ 22)
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di www.toko-alif.com atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D
Dari Ibnu Jad'an ia berkata, suatu hari Umar mendengar seseorang berdoa," Ya Allah, jadikan aku termasuk golongan minoritas." Umar bertanya," Hai hamba allah, apa yang kamu maksud dengan golongan minoritas?" Ia menjawab," Aku pernah mendengar Allah berfirman," Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit ( Q.S. Hud; 40)," Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang berterima kasih." (Q.S. Saba: 34) Bahkan ia juga membaca ayat-ayat yang lain. Mendengar jawaban itu Umar berkata," Semua orang ternyata lebih pintar dari Umar."
Sufyan bin Uyainah mengatakan," tempuhlah jalan kebenaran, dan janganlah merasa kesepian oleh sedikitnya orang yang berpihak kepadanya."
Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan," Komitmenlah pada jalan petunjuk, dan jangan terusik karena sedikitnya orang-orang yang menempuhnya. Jauhilah jalan-jalan kesesatan, dan janganlah terkecoh oleh banyaknya orang-orang yang binasa."
Sulaiman Ad Darani mengatakan," Seandainya semua orang ragu berada dalam kebenaran, akulah satu-satunya orang yang tidak."
Seorang shaleh mengatakan," Kesendirianmu dalam setia meniti kebenaran, adalah bukti bahwa kamu benar-benar serius menitinya."
Orang yang bersemangat akan naik ke jenjang-jenjang kesempurnaan tanpa peduli sedikitnya orang lain yang menemaninya. Ia tidak takut kesepian, karena pada setiap jenjang ia akan bertemu Allah yang akan menghilangkan rasa kesepian tersebut.
Sesungguhnya buah kemuliaan iman yang pertama kali dirasakan oleh orang Mukmin adalah kesadarannya bahwa dalam Islam terdapat kekuatan sejati yang bisa diandalkannya sebagai modal yang cukup bagi dirinya untuk tampil sendirian. Sehingga ia tidak akan terpengaruh oleh pikiran - pikiran jahiliyah yang batil, dan tidak membutuhkan banyak teman yang justru berpotensi membuatnya terkecoh dan terperosok ke dalam kesesatan.
Dari anas radhiyallahu'anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi Wa Sallam bersabda,"Demi Allah, aku disakiti di jalan Allah di saat tidak seorangpun disakiti. Demi Allah, aku ditakut-takuti di saat tidakseorang pun ditakut-takuti. Selama sehari semalam ada tiga puluh orang yang datang kepadaku, sementara aku dan Bilal tidak punya makanan yang bisa dimakan oleh makhluk hidup, kecuali sedikit yang disisipkan di ketiak Bilal."
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan," Orang yang bersemangat itu tidak peduli terhadap orang-orang yang menjauhinya, karena sebenarnya mereka hanya banyak secara kuantitas tetapi sedikit secara kualitas. Seorang ulama salaf berpesan, " Tetaplah setia menempuh jalan kebenaran, dan jangan merasa kesepian oleh sedikitnya orang-orang yang menempuhnya bersamamu." Jika kamu merasa kesepian karena sendirian, pandanglah temanmu yang telah mendahului dan berusahalah untuk menyusul dan bergabung dengan mereka. Pejamkan matamu dari selain mereka, karena sesungguhnya mereka itu tidak memberimu manfaat sedikitpun. Jika mereka berteriak di tengah perjalananmu, jangan berpaling kepada mereka. Sebab kalau kamu berpaling, mereka akan menahanmu dan menghalang-halangimu. (Madarijus Salikin I/ 21)
Orang yang menoleh pada teriakan kebatilan itu laksana seekor biawak. Seekor biawak itu lebih cepat larinya daripada anjing. Tetapi begitu biawak merasa ada anjing, ia akan menolehnya shingga membuat larinya lamban, lalu ia akan diterkam dan dimakan oleh anjing." (Madarijus Salikin I/ 22)
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di www.toko-alif.com atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D
![]() |
![]() |


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon