Allah Ta'ala memuji orang-orang yang shaleh " (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian itu." (Ar-Ra'du ayat 20)
Allah Ta'ala juga berfirman," Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara manusia ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)." (Al Ahzab ayat 23)
Sebelum perang Uhud, anak-anak muda kaum muslimin setengah mendesak Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Sallam untuk keluar menjemput dan memerangi orang-orang musyrik di luar kota Madinah. Dan beliau menuruti keinginan mereka itu. Selesai shalat bersama kaum muslimin, Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Sallam masuk ke rumah. Setelah mempersiapkan senjata dan mengenakan pakaian perang, beliau keluar menemui sahabat-sahabatnya. Beliau mengizinkan mereka untuk berperang menjemput musuh. Pada saat itulah anak-anak muda tadi merasa menyesal ketika sadar mereka telah memaksa beliau untuk menuruti keinginan mereka. Salah seorang mereka berkata," Rasulullah, kami tidak pantas menentang anda, dan kami juga tidak ingin memaksa anda untuk keluar menjemput musuh. Sekarang terserah anda saja. Kita tunggu musuh di dalam Madinah seperti yang Anda perintahkan kepada Kami.
Tetapi Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Sallam tidak mau mengurangi hasrat dan mengendorkan tekadnya yang sudah bulat. Sambil bersiap-siap berangkat beliau bersabda kepada mereka," Bagi seorang Nabi yang sudah membawa senjata dan mengenakan pakaian perang, pantang untuk menanggalkannya kembali sampai Allah memutuskan antara ia dan musuhnya."( Diriwayatkan oleh Ath Thabari, Ahmad, dan Baihaqi. Hadits yang memiliki beberapa jalur sanad ini adalah hadits hasan.)
Setelah Nabi Shalallahu'alaihi Wa Sallam wafat, orang-orang Anshar meminta tolong kepada Umar untuk menemui Abu Bakar Ash Shidiq agar menahan pasukan, atau ia mengangkat seorang komandan pasukan yang lebih tua daripada Usamah. Mendengar permintaan itu Abu Bakar berkata, "Demi Allah, seandainya aku tahu ada seekor serigala menyeret kedua kakiku agar aku menariknya kembali niscaya aku tidak akan melakukannya. Aku juga tidak akan menurunkan bendera yang telah dikibarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa sallam." Umar berkata," Sesungguhnya orang-orang anshar menyuruhku untuk menguasakan perkara mereka kepada orang yang usianya lebih tua daripada Usamah." Abu Bakar yang sedang duduk seketika melompat dan memegang jenggot Umar seraya berkata,"Rasulullah Shalallahu'alaihi wa Sallam sendiri yang mengangkatnya, masak kamu suruh aku mencopotnya."
Umar lalu keluar menemui orang-orang Anshar. Mereka bertanya," Apa yang telah kamu lakukan?" Umar menjawab," Pergilah kalian. Celaka ibu kalian. Cukup aku saja yang demi menuruti kemauan kalian aku dimarahi oleh khalifah Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Sallam itu."
Ketika Umar menemui Abu Bakar sehubungan dengan perang melawan orang-orang murtad, ia berkata," Bersikaplah ramah dan lemah lembut kepada manusia." Abu Bakar berkata," Sebenarnya aku mengharapkan bantuanmu, tetapi kamu malah datang kepadaku mengendorkan semangat. Apakah kita ini orang-orang kuat di zaman jahiliyah tetapi menjadi lemah dalam Islam? Sesungguhnya wahyu telah terputus, dan agama telah sempurna. Apakah hal itu akan dikurangi sementara aku masih hidup!?"
Umart berkata," Itu tidak lain karena aku melihat bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala telah melapangkan dada abu Bakar untuk berperang, sampai aku tahu bahwa dialah yang benar."
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di www.toko-alif.com atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon