Pedang Allah yang terhunus, Khalid bin Al Walid Radhiyallahu'anhu merasa sedih ketika yakin ia akan meninggal dunia di atas tempat tidur. Maka pada saat -saat menjelang ajal ia berkata,"Aku telah mengikuti berbagai peperangan dan penyerbuan, sehingga tubuhku dipenuhi banyak bekas luka, bekas tusukan tombak, tebasan pedang, dan goresan anak panah. Tetapi sekarang aku akan meninggal dunia di atas tempat tidur seperti seekor unta. Ini hanya patut dialami oleh orang-orang yang pengecut."
Abu Mihjan Ats Tsaqafi adalah orang yang terkenal sebagai pecandu minuman keras. Pada peristiwa perang Qadisiyiah ia berhasil ditawan oleh Sa'ad bin Abu Waqqash. Ketika mendengar apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap kaum muslimin, ia yang waktu itu sedang dijaga oleh budak perempuan milik Sa'ad berkata," Aku sedih mendengar ada kuda yang ditikam dengan tombak sementara aku dibiarkan diikat di sini, aku adalah orang yang punya banyak harta dan kawan tetapi sekarang mereka meninggalkan aku sendirian, bawa kemari senjataku karena kau melihat peperangan ini akan bertambah sengit."
Budak perempuan Sa'ad bertanya kepadanya," Apakah jika kamu aku lepaskan, kamu mau aku ikat kembali?" Ia menjawab,"Mau" Setelah dilepaskan ia langsung menunggang kuda belang milik Sa'ad. Ia ikut menyerang pasukan kaum musyrikin. Melihat hal itu Sa'ad mengatakan,"Seandainya abu Mihjan tidak diikat, aku yakin orang itu adalah Abu Mihjan dan kuda yang ditungganginya adalah kudaku." Setelah pasukan kaum musyrikin menyerah, Abu Mihjan memenuhi janjinya. Ia datang kepada budak perempuan milik Sa'ad untuk diikat kembali. Kemudian perempuan itu menemui Sa'ad untuk memberitahukan kedatangan Abu Mihjan. Sa'ad menemuinya dan menyuruh untuk melepaskannya seraya berkata," Demi Allah, selamanya aku tidak akan menahanmu lagi." Mendengar itu Abu Mihjan berkata,"Aku pun demikian. Demi Allah, setelah hari ini aku tidak akan meminumnya untuk selamanya."
Dari Abu Qatadah, sesungguhnya Amir bin Qais menangis ketika merasa ajalnya sudah dekat. Seseorang bertanya kepadanya,"Kenapa kamu menangis?" Ia menjawab,"Aku menangis bukan karena takut akan mati, dan juga bukan karena merasa sayang meninggal dunia. Tetapi karena ingat sebentar lagi aku tidak akan dapat merasakan nikmatnya dahaga di hari-hari yang panas, dan nikmatnya melakukan shalat di malam malam yang dingin mencekam."
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di www.toko-alif.com atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon