Ini adalah cara lain untuk menjaga keikhlasan, yaitu dengan menampakkan aktivitas lain setelah mengerjakan suatu ibadah untuk lebih menyembunyikan amalannya. Abu Tamim bin Malik mengisahkan:
" Adalah Mansur bin Al Mu'tamir, apabila shalat subuh ia menampakkan kebugarannya kepada sahabat-sahabatnya (seakan akan baru bangun tidur). Ia berbicara dengan mereka dan bolak-balik kepada mereka, padahal semalaman ia bangun mendirikan shalat. Ia lakukan semua itu untuk menyembunyikan apa yang telah ia kerjakan." (Shifatush Shofwah; 3/ 79)
Mansur bin Al Mu'tamir selalu berusaha menyembunyikan amalannya sampai diriwayatkan ia telah berpuasa selama 60 tahun, bangun malam mendirikan shalat di malam hari dan puasa di siang hari. Ia pernah menangis lama sekali hingga ibunya bertanya kepadanya,"Nak, apakah kamu habis membunuh seseorang". Ia berkata," aku mengetahui apa yang harus aku perbuat pada diriku". Apabila telah datang waktu subuh, ia mencelaki matanya, meminyaki rambutnya dan membelahnya menjadi dua sisi baru kemudian keluar. ( Hilyatul auliya': 5/41)
Begitu pula Abu Ayyub As-Sakhtiyani rahimahullahu Ta'ala, beliau bangun shalat semalaman kemudian menyembunyikannya. Apabila datang waktu subuh maka beliau mengangkat suaranya seakan-akan baru bangun tidur.( Hilyatul Auliya': 3/8)
Mereka mengajarkan keikhlasan bukan hanya kepada diri mereka sendiri, tetapi juga para pengikut mereka. Contoh, Raja' bin Haiwah ketika melihat salah seorang dari muridnya mengatuk setelah subuh, beliau mengingatkannya," Hati-hati, jangan sampai mereka mengira kalau ini karena pengaruh bangun malam". (Siyar Al A'lam An Nubala': 4/ 560)
Buku Karya Asyraf Hasan Thabal Penerbit Aqwam Solo dengan judul Asli Lamhah Tarbawiyyah min Hayah At Tabi'in; 224 halaman @ Rp. 43.000,00 hubungi kami di 085728131277 SMS/WA atau 54B5271D
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon