Prinsip untuk tidak mengendorkan semangat selalu dipegang oleh sekelompok sahabat dari kalangan Muhajirin Radhiyallahu Ta'ala 'anhum ketika mereka diajak bermusyawarah oleh amirul mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Umar memberitahukan kepada mereka bahwa wabah penyakit sedang melanda Syiria. Setelah terjadi silang pendapat di antara mereka, salah seorang mereka berkata kepada Umar," Anda telah keluar untuk suatu perkara, dan sebaiknya kita tidak kembali." ( Fathul-Bari X/ 179,)
Ja'far Al Khaldi Al Baghdadi mengatakan, " Aku tidak pernah mengikat suatu perjanjian kepada Allah atas diriku, lalu aku langgar sendiri perjanjian itu."
Shalih bin Imam Ahmad bin Hanbal bercerita," Ayahku pergi ke Makkah, dan ditemani oleh Yahya bin Mu'in. Kata ayahku," Setelah menunaikan ibadah haji kita akan langsung ke Shan'a menemui Abdurrazaq." Kami lalu berangkat ke Makkah. Di Makkah kami mendapati Abdurrazaq sedang melakukan thawaf. Selesai thawaf kami menemui Abdurrazaq. Setelah mengucapkan salam kepadanya, Yahya bin Mu'in memperkenalkan aku dengannya. Ia berkata begitu ia lalu pergi. Yahya bin Mu'in bertanya," Anda tidak membuat janji dengannya?" Ayahku menolaknya, Ia berkata," Aku tidak akan merubah niatku untuk menemuinya." Selesai menunaikan ibadah haji, ayahku langsung pergi ke Yaman untuk menemui Abdurrazaq. Di sana ayahku mendengar beberapa kitab dan mendapat banyak riwayat hadits darinya."
Al Hafizh Abu Ishak al Jabbal bercerita," Pada suatu hari aku sedang berada di rumah Abu Nasher As Sajzi. TIba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu. Aku bangkit untuk membukakannya. Ternyata ia seorang wanita. Setelah dipersilahkan duduk ia lalu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang sebanyak seribu dinar. Ia meletakkan uang itu tepat di depan Abu Nasher dan berkata," Gunakan uang ini sesuka anda." Abu Nasher bertanya," Apa maksudmu?" Ia menjawab," Nikahilah aku. Tetapi aku tidak punya kepentingan apa-apa atas pernikahan ini, kecuali aku hanya ingin melayani anda." Abu Nasher menyuruh wanita itu mengambil kembali uangnya, kemudian menyuruhnya pergi.
Setelah wanita itu pergi, Abu Nasher berkata," Jauh-jauh aku meninggalkan negeriku Sijistan untuk tujuan menuntut ilmu. Dan jika aku menikah, ,aka tujuanku akan rusak. "Tidak ada sesuatu pun yang akan bisa mempengaruhi aku untuk tetap mencari pahala menuntut ilmu."
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di www.toko-alif.com atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon