Keadaan orang-orang yang bercita-cita rendah

      Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan," Jiwa yang terbelenggu itu laksana burung dalam sangkar. Burung yang disiapkan untuk penetasan itu tidak sama seperti burung yang disiapkan untuk lomba pacuan.
      Apabila seseorang  enggan naik ke derajat keluhuran tetapi malah lebih menyukai kegelapan, membenci cahaya, membiarkan dirinya terperosok ke kubangan syahwat lalu berguling-guling di sana, dan menuruti kecenderungan-kecenderungan syetan, maka ia akan jatuh  ke sijjin. Tahukah kamu, apa itu sijjin? Allah Ta'ala berfirman,"
      " Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk ( isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ( ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata ( tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat ( tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar ( ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." ( Q.S. Al -A'raf ayat 179 )
        Allah Ta'ala juga berfirman, " Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka."( Q.S. Muhammad ayat 12)
            Benar. Mereka itu seperti binatang yang tujuan hidupnya hanya sekedar menuruti hawa nafsu. Mereka seperti seekor unta yang kerjanya hanya makan dan makan. Tetapi lupa bahwa nantinya ia akan disembelih dan dijadikan korban. Mereka lupa untuk mempersiapkan hari depan.
          Bahkan mereka dianggap lebih sesat daripada binatang. Sebab, paling tidak binatang masih tahu hal-hal berguna dan hal-hal yang membahayakan dirinya. Binatang masih lumayan, karena  masih mau menurut kepada pemiliknya. Sedangkan mereka, tidak sama sekali.
      Atha' mengatakan," Binatang masih mengenal Allah, sedangkan orang kafir sudah tidak mengenal-Nya."
          Menerangkan tentang orang-orang musyrik, Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu mengatakan," aku melihat ada kaum yang tidak memiliki kelebihan atas binatang mereka sekalipun, karena yang mereka pikirkan hanya kepentingan perut belaka. Tetapi anehnya, ada kaum lain yang justru mengikuti perilaku mereka."
        Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya ia berkat," Waspadalah kamu terhadap perut dalam hal makan dan minum, karena sesungguhnya hal itu dapat merusak tubuh, menimbulkan penyakit, dan membuat malas melakukan shalat."
         Seorang penyair menulis tentang orang yang hobinya hanya makan sehingga ia menghabiskan hidupnya buat menuruti  nafsu dan keserakahannya," Si Perut gendut itu, separoh harinya ia gunakan duduk di depan meja makan dan separohnya yang lain ia gunkan di jamban."
          Muhammad bin  Al Hanafiyah mengatakan," Orang yang berjiwa mulia akan memandang hina dunia."
          Pada suatu hari Muhammad bin Wasi' ditanya," apakah anda menyukai  sesuatu  yang hina?" ia menjawab," yang menyukai sesuatu yang hina  hanyalah orang yang menyukai dunia." bersambung.....

Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail  dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami di  www.toko-alif.com  atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D
Previous
Next Post »
Thanks for your comment