Abdullah bin Mubarak dalam menyembunyikan amalnya

    Muhammad bin A'yun pernah mengisahkan " Aku pernah menemani Abdullah bin Mubarak dalam sebuah perjalanannya. Pada suatu malam ketika kami pergi memerangi Romawi, dia pergi untuk meletakkan kepalanya pura-pura tidur. Aku berkata dalam hati, Aku akan berbaring sambil berpegangan pada tombak dan meletakkan kepala pura-pura tidur juga."
       Ketika dia mengira aku sudah tidur, dia pun bangun mendirikan sholat hingga terbit fajar dan aku terus mengamatinya. Ketika fajar terbit dia membangunkanku dan mengira aku tidur. Dia berkata"Hai Muhammad."  Aku menjawab" Sebenarnya aku tidak tidur" ketika ia mendengar itu dan mengetahui apa yang telah  kuperbuat, aku tidak pernah melihatnya berbicara denganku, dan aku tidak pernah menceritakan apa yang ia kerjakan dalam peperangannya. Sepertinya dia tidak suka kepadaku karena mengetahui apa yang dia kerjakan. Dan aku selalu mengetahui dia berbuat demikian itu hingga ia meninggal. tak pernah aku melihat ada orang yang lebih mampu merahasiakan kebaikan daripadanya."( Shalahul Ummah fii Uluwwil Himmah 1/ 111)
     Abdah bin Sulaiman ia mengisahkan ," Aku pernah bersama Abdullah bin Mubarak dalam sebuah peperangan di daerah Romawi, dan kami bertemu dengan musuh. Ketika kedua pasukan berhadap-hadapan, keluarlah seorang dari barisan musuh menantang duel, maka keluarlah salah seorang dari kami. Dalam beberapa saat saja dia berhasil mengalahkan musuh, menikam dan membunuhnya. Kemudian keluar lagi  salah satu dari mereka dan dia berhasil membunuhnya. Kemudian keluar lagi  salah satu dari mereka dan dia berhasil membunuhnya. Kemudian datang yang lain lagi dan dia berhasil membunuhnya.
     Orang-orang pun berkerumun di sekeliling lelaki tersebut, dan aku termasuk salah seorang dari mereka. Namun tiba-tiba lelaki tersebut menutupi mukanya dengan lengan bajunya. Maka aku memegang ujung lengan bajunya dan menariknya. Ternyata lelaki tersebut adalah Abdullah bin Mubarak. Maka ia berkata" Dan engkau wahai Abu Amru termasuk orang yang menjelekkanku." (Shifatus Shofwah 4/ 377)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment