Orang-orang yang bercita-cita rendah, mereka itu seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihi Wa Sallam lewat sabdanya," Penghuni neraka itu ada lima; (diantaranya)...orang lemah yang tidak berakal ( yang dapat mencegahnya dari sesuatu yang tidak patut), yaitu orang yang ,menjadi pengikut di tengah-tengah kalian, tidak mau berusaha untuk keluarga atau harta....( diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Orang seperti merasa cukup puas hanya sebagai ekor, pengikut dan lari dari segala beban serta tanggung jawab. Menyinggung tentang mereka, seorang penyair mengatakan,
Tidak ada kebaikan sama sekali
pada para pemuda yang lekas puas
sementara keberkahan dilimpahkan
kepada para pemuda yang penuh hasrat dan ambisi.
Mereka adalah "buih", yaitu orang-orang yang dikabarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa Sallam lewat sabdanya,
"Hampir saja umat-umat itu mengerumuni kamu, sebagaimana orang-orang yang rakus mengerumuni hidangannya." Lalu seorang sahabat bertanya,"apakah pada waktu itu karena jumlah kami yang sedikit?. Beliau bersabda," Tidak, bahkan pada waktu itu jumlah kamu cukup besar. Tetapi kamu bagaikan buih di air bah. Allah benar-benar akan mencabut dari dadi musuhmu rasa takut kepadamu. Dan Allah akan menimpakan penyakit wahn di hatimu."Lalu seorang sahabat bertanya ,"wahai Rasulullah, apa penyakit wahn itu?" Beliau bersabda," Cinta dunia dan takut mati." ( diriwayatkan oleh Abu Daud dan lainnya. Hadits ini dinilai shahih oleh Al Bani dalam as-silsilah as- shahihah, Hal 958)
Menyinggung tentang mereka seorang penyair berkata,
Aku buka mataku
dan begitu mataku terbuka
aku melihat banyak orang
tetapi aku tidak melihat siapa-siapa
Mereka adalah seperti benda yang tidak ada gunanya sama sekali. Mereka hidup atau mati sama saja. Dan menyinggung tentang mereka Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan," Mereka tidak mengerti untuk apa mereka diciptakan, dan juga tidak mengerti apa yang mereka inginkan. Tujuan mereka hanyalah menuruti kesenangan, tanpa memikirkan akibat-akibatnya. Yang mereka korbankan adalah harga diri, tanpa tujuan yang pasti. Mereka lebih mengutamakan kenikmatan sesaat sekalipun mengakibatkan sakit sepanjang zaman. Dalam berdagang mereka mengenakan pakaian penipu dan menggunakan semboyan pengkhianat. Dan dalam bermuamalat, mereka menutup-nutupi keadaan. Akibatnya hasil rezeki yang mereka dapatkan dan mereka makan adalah rezeki yang syubhat. Mereka tidur malam, padahal sepanjang siang mereka selalu tidur walaupun ,matanya terjaga. Di pagi harinya mereka begitu bersemangat melampiaskan semua syahwat hewani. Mereka serakah seperti babi, menggonggong seperti anjing, duduk seperti singa, melolong seperti serigala, meipu seperti musang. Bahkan saat menjelang ajal mereka masih sempat merasa bersedih karena akan kehilangan kesenangan, bukan karena memikirikan tidak punya bekal takwa." Bersambung......
Buku Karya Muhammad Ahmad Ismail dengan judul Asli Uluwwul Himmah; 597 halaman Kunjungi kami juga di http://alifahaqiqah.blogspot.co.id/2016/04/alif-aqiqah-membantu-anda.html/ atau hubungi kami di 085728131277 WA/ SMS atau Pin BBM 54B5271D

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon