Pentingnya Mengaitkan Kenyataan Dengan Akhirat
Iman merupakan pondasi orang-orang saleh untuk beramal. Orang- orang saleh yang mewujudkan imannya dalam bentuk amal saleh merupakan orang-orang yang menakjubkan. Bagaimana tidak menakjubkan kalau setiap yang ia berusaha perbuat adalah kebaikan yang akan berdampak positif pada diri dan orang-orang disekitarnya. Perubahan yang positif ini diharapkan berupa perubahan yang membuat pribadi menjadi lebih baik. Perubahan yang membuat lingkungan sekitar menjadi lebih baik. Maka penting sekali mengawali sesuatu dengan iman yang tinggi. Yakin bahwa Allah Subhanahu Wa ta'ala senantiasa mengetahui setiap perbuatannya. Yakin bahwasannya perbuatan yang dilakukannya akan mendapat balasan yang setimpal, entah itu suatu kebaikan ataupun kejelekkan.
Kenyataan merupakan keadaan yang dapat menjadikan seseorang terjatuh kepada keputus asaan sehingga orang akan berbuat menyimpang dari aturan-aturan baik aturan agama, aturan negara maupun aturan sosial kemasyarakatan. Kenyataan itu dapat berupa trauma dengan hal-hal yang pernah membuat orang tersebut susah sedemikian rupa sehingga putus asa dengan keadaan yang ada dan mengambil langkah pintas untuk menyelesaikan masalah. seperti misalnya orang yang tidak tahan dengan kondisi kekurangan atau miskin sampai -sampai harus mencuri atau merampas barang milik orang lain. Akan tetapi suatu kenyataan dapat berpengaruh positif bagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah Ta'ala. seperti misalnya mengaitkan suatu kenyataan yang ada dengan kehidupan akhirat.
Orang yang memiliki keyakinan yang tinggi tentang kehidupan akhirat tentunya akan berhati-hati terhadap perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkan kecelakaan dirinya di akhirat. Dalam- hal ini perbuatan-perbuatan dosa baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Orang yang berpikir tentang kehidupan akhirat tentu akan menyiapkan bekal yang banyak karena ia yakin bahwa akhirat adalah perjalanan panjang dimana dunia yang ia berada saat ini adalah kesempatan untuk menyiapkan bekal-bekal tersebut. Bekal-bekal yang dapat menyelamatkannya di hari-hari yang sangat sulit yaitu akhirat.
Banyak sekali kisah-kisah dari orang-orang saleh terdahulu dimana mereka sering ketika menghadapi suatu keadaan mereka kaitkan peristiwa tersebut dengan gambaran-gambaran keadaan ketika berada di akhirat. Diriwayatkan dari Ala' bin Muhammad, dia berkata, " Aku mengunjungi Atha' As Salimi yang ternyata beliau sedang tidak sadarkan diri. Aku bertanya kepada istri beliau, Ummu Ja'far," Apa yang terjadi dengan Atha'? Ia menjawab, " Tetangga kami menyalakan api di dapur, ketika beliau melihatnya maka pingsanlah beliau."1.
Contoh yang lain adalah dari Sjaf bin Muhammad ia mengatakan," Abdul Wahid membuat makanan lalu mengumpulkan beberapa kawannya, dan di antara mereka ada Utbah Al Ghulam. maka semua orang makan kecuali Utbah. ia berdiri melayani mereka. Slaah seorang dari mereka menoleh kepada Utbah, dia melihat air mata mengalir dari kedua mata beliau, namun ia tetap diam dan meneruskan makannya. Tatkala selesai makan dan semua orang keluar maka orang tersebut memberitahu Abdul Wahid apa yang telah ia lihat. Lalu, Abdul Wahid bertanya kepada Utbah," Mengapa engkau menangis tatkala semua orang makan?" Beliau menjawab," Aku teringat hidangan penghuni surga sedang para pelayan berdiri melayani mereka." Mendengar itu, Abdul Wahid berteriak histeris lalu jatuh pingsan."2. Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang menggambarkan tentang keadaan orang-orang saleh dalam mengaitkan keadaan antara kenyataan dengan akhirat. Hal itu terjadi karena mereka memiliki keimanan yang tinggi kepada Allah Ta'ala.
Sumber
1. Asyraf Hasan Thabal.2011. Tarbiyah Ruhiyah Ala Tabiin, PT. Aqwam Media Profetika.Cetakan I Halaman 103
2. Asyraf Hasan Thabal.2011. Tarbiyah Ruhiyah Ala Tabiin, PT. Aqwam Media Profetika.Cetakan I Halaman 104
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon