Program Pendidikan menghafal Al Qur' an adalah Program menghafal Al Qur'an dengan mutqin ( hafalan yang kuat) terhadap lafazh-lafazh Al Qur'an dan menghafal makna-maknanya dengan kuat yang memudahkan untuk menghadirkannya setiap menghadapi berbagai masalah kehidupan, yang mana Al qur'an senantiasa ada dan hidup di dalam hati sepanjang waktu sehingga memudahkan untuk menerapkan dan mengamalkannya.
Penjelasan Definisi
Definisi ini mengandung tiga rukun program pendidikan menghafal Al Qur'an yaitu
- Menghafal lafazh
- Menghafal makna
- Menghafal amalan
Adapun rukun yang pertama,sarana untuk bisa mencapainya adalah dengan program hafalan pekanan. Adapun rukun yang kedua, sarana untuk bisa mencapainya adalah dengan kunci-kunci merenungi Al Qur'an yang telah sempurna penjelasannya di dalam kitab khusus yang lain. Adapun rukun ketiga adalah tujuan dan maksud dari diturunkannya Al Qur'an ( akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya).
Sesungguhnya orang-orang yang terbimbing di atas program pendidikan menghafal Al Qur'an yang mencakup tiga rukun di atas, dia akan mencapai apa yang Allah Ta'ala sifatkan di dalam kitab-Nya yang terang dalam firman Allah Ta'ala Surat Al Ahzab Ayat 35;
Kekurangan apapun yang diperoleh ketika ingin mendapatkan apa yang disebutkan di dalam ayat tadi, sebabnya adalah peremehan terhadap ketiga rukun ini.
Hal-Hal Yang Tidak masuk dalam definisi di atas.
Berdasarkan standar yang telah tertulis di dalam definisi dan batasan program pendidikan menghafal Al Qur'an, di sana ada sejumlah gambaran nyata di dunia orang-orang menyibukkan diri dengan pendidikan dan pengajaran al Qur'an yang tidak sesuai dengan standar definisi ini.
Kami sebutkan " Program menghafal Al Qur'an dengan mutqin (hafalan yang kuat) terhadap lafazh-lafazh Al Qur'an, definisi ini tidak mencakup hafalan yang lemah terhadap lafazh Al Qur'an dan standar hafalan yang lemah. Yaitu setiap hafalan Al Qur'an yang ketika penghafal diminta untuk memperdengarkan hafalannya, dia membutuhkan waktu untuk muraja'ah ( mengulang hafalan) terlebih dahulu. Atau setiap hafalan yang dimiliki oleh penghafal Al Qur'an ini tidak mempunyai kesiapan langsung ketika diminta untuk memperdengarkan hafalannya setiap saat.
Kami
sebutkan " menghafal makna-maknanya" Definisi ini tidak mencakup
hafalan yang sekedar menghafal lafazh Al Qur'an saja meskipun dia sangat kuat
hafalannya. setiap orang hafizh mutqin (kuat
hafalannya) terhadap lafazh-lafazh Al Qur'an dan huruf-hurufny akan
tetapi tidak menerapkan kunci-kunci penghayatan Al Quran secara sempurna, dia
dianggap menyimpang dari program pendidikan menghafal Al Qur'an meskipun sangat
kuat dan sangat akurat ketelitiannya terhadap lafazh-lafazh Al Qur'an. Dan
memungkinkan pada jenis hafalan ini untuk dinamakan dengan "
Menghafal Lafazh-Lafazh Al Qur'an", karena penghafal ini hanya sekedar
menghafal lafazh Al Qur'an dan meninggalkan menghafal makna serta menghafal
amalan.
Kami sebutkan " dengan kuat yang memudahkan untuk menghadirkannnya....." dari definisi ini tidak termasuk hafalan yang hanya sekedar menghafal lafazh -lafazh Al Qur'an dan menghafal makna-maknanya saja tanpa diiringi dengan serius untk mengaitkan makna-maknanya dengan kenyataan dan mengulang-ulangnya untuk melatih dan membiasakan diri sehingga tercapai ikatan yang kuat antara ilmu dengan amal yang pada akhirnya diperoleh maksud (tujuan) dari diturunkannya Al Qur'an dan perintah untuk membaca serta menghafalnya.
Saya berikan catatan bahwa definisi inti tidak mensyaratkan harus hafal Al Qur'an 30 Juz,akan tetapi memungkinkan untuk mempraktekkan rukun-rukun program pendidikan menghafal Al Qur'an dan sarana-sarananya sesuai dengan jumlah hafalan Al Qur'an yang dimiliki setiap orang.
Demikianlah satu pembahasan pertama dalam buku Mengapa Saya Menghafal Al Qur'an? Karya Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Lahim Penerbit Daar An Naba'. Tunggu kami kelanjutannya....semoga bermanfaat.
Kami sebutkan " dengan kuat yang memudahkan untuk menghadirkannnya....." dari definisi ini tidak termasuk hafalan yang hanya sekedar menghafal lafazh -lafazh Al Qur'an dan menghafal makna-maknanya saja tanpa diiringi dengan serius untk mengaitkan makna-maknanya dengan kenyataan dan mengulang-ulangnya untuk melatih dan membiasakan diri sehingga tercapai ikatan yang kuat antara ilmu dengan amal yang pada akhirnya diperoleh maksud (tujuan) dari diturunkannya Al Qur'an dan perintah untuk membaca serta menghafalnya.
Saya berikan catatan bahwa definisi inti tidak mensyaratkan harus hafal Al Qur'an 30 Juz,akan tetapi memungkinkan untuk mempraktekkan rukun-rukun program pendidikan menghafal Al Qur'an dan sarana-sarananya sesuai dengan jumlah hafalan Al Qur'an yang dimiliki setiap orang.
Demikianlah satu pembahasan pertama dalam buku Mengapa Saya Menghafal Al Qur'an? Karya Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Lahim Penerbit Daar An Naba'. Tunggu kami kelanjutannya....semoga bermanfaat.


Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon